Rabu, 14 Desember 2011

PROPOSAL METODE PENELITIAN

PEMANFAATAN OPEN SOURCE DAN TEKNOLOGI INFORMASI
DALAM PEMBANGUNAN KEMBALI DAERAH BENCANA ALAM



Nama          :      Aris Aprianto
NPM :      0835010074

Nama Dosen :
Prof. Dr. Ir. H. Akhmad Fauzi, M.MT

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI - FTI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
JAWA TIMUR

 
2011
BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar belakang
                        Dengan adanya kemajuan teknologi komunikasi saat ini dan seiring makin berkembangnya jaman akan kebutuhan teknologi informasi, maka peran IT sangat melekat dengan rutinitas masyarakat. Apalagi teknologi informasi juga sangat berperan di bidang sosial masyarakat, mereka butuh akan sebuah informasi untuk menambah pengetahuan luar dan bisa berinteraksi antar sesama. Kebanyakan masyarakat sekarang juga menggunakan dan mendapatkan software yang sifatnya gratis atau diperoleh dengan cuma – cuma, dengan cara download gratis. Maka dari itu peran open source sangat dimanfaatkan oleh masyarakat, salah satunya peran open source dan teknologi informasi dalam pembangunan kembali daerah yang terkena bencana alam. Untuk mengaplikasikan software open source ini, lebih difokuskan bagaimana masyarakat memperoleh kebutuhan sandang, pangan, dan papan untuk hari mendatang.
Fungsi software open source ini yaitu sebagai tools atau alat untuk memperoleh kebutuhan hidup. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan para korban bencana alam bisa memperoleh kebutuhan hidup sesuai dengan hak mereka sebagai korban dan pastinya meringankan beban mereka dari segi apapun.
1.2    Perumusan masalah
        Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi partisipatif dalam mengumpulkan data untuk menganalisa fenomena kebudayaan yang terjadi saat para anggota komunitas Aceh mengaplikasikan open source. Pendekatan kualitatif memfokuskan diri lebih pada proses dan makna  bagaimana manusia memberi makna pada proses kehidupannya  serta menuntut peneliti untuk bertindak sebagai instrumen utama penelitian. Berdasarkan pemikiran tersebut saya akan menulis kebutuhan komunitas etnis Aceh, yang pernah dianggap sebagai zona tertutup dan rusak, dan membuka jalan pada para anggota komunitasnya untuk memperoleh keuntungan di dalam pemanfaatan open source dan teknologi informasi.


1.3 Batasan masalah
Penelitian ini berusaha untuk memahami elemen-elemen yang diperlukan dalam mengaplikasikan software open source di tengah komunitas wilayah yang terkena bencana alam.
1.4   Tujuan penelitian
-          Meletakkan teknologi informasi sejajar dengan kebudayaan dan tidak menganggapnya sebagai ancaman bagi keberadaan kebudayaan.
-          Meringankan beban korban bencana alam dalam segi apapun.
1.5   Manfaat
-          Memahami aplikasi hak fundamental manusia menuju akses informasi (declaration of principles, PBB), termasuk di lokasi yang terkena bencana.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Untuk melakukan perancangan dan pembuatan aplikasi Aplikasi software open source ini diperlukan pemahaman terhadap teori yang mendasarinya, antara lain .
2.1       Pemanfaatan
Diambil dari kata manfaat, Aktivitas ini biasanya dilakukan oleh suatu unit, lembaga atau pusat khusus yang dimiliki oleh suatu perguruan tinggi, atau lembaga negara. Dalam konteks bisnis, "pemanfaatan" biasanya merujuk pada aktivitas yang berorientasi ke masa yang akan datang dan untuk jangka panjang baik dalam bidang ilmu maupun dalam bidang teknologi. Metode yang dipakai dalam kegiatan ini biasanya menggunakan teknik riset ilmiah yang standar yang  mengharapkan hasil yang pasti dan bermanfaat (bentuk riset ilmiah murni) atau untuk mendapatkan prakiraan hasil yang mempunyai nilai komersial dalam waktu dekat, dan tentunya aktivitas ini bertujuan untuk memperoleh suatu tujuan yang bermanfaat bagi semua.
Sumber : Id.Wikipedia.org
2.2       Open source
Sumber terbuka ( open source) adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu individu / lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet). Pola pengembangan ini mengambil model ala bazaar, sehingga pola Open Source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak.
Pola Open Source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi berpikir dan mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan pengetahuan dan produk yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan utama ketika dilepas ke publik. Komunitas yang lain mendapat kebebasan untuk belajar, mengutak-ngatik, merevisi ulang, membenarkan ataupun bahkan menyalahkan, tetapi kebebasan ini juga datang bersama dengan tanggung jawab, bukan bebas tanpa tanggung jawab.
Sumber : Id.Wikipedia.org
2.3       Teknologi
Dalam memasuki Era Industrialisasi, pencapaiannya sangat ditentukan oleh penguasaan teknologi karena teknologi adalah mesin penggerak pertumbuhan melalui industri. Oleh sebab itu, tepat momentumnya jika kita merenungkan masalah teknologi, menginventarisasi yang kita miliki, memperkirakan apa yang ingin kita capai dan bagaimana caranya memperoleh teknologi yang kita perlukan itu, serta mengamati betapa besar dampaknya terhadap transformasi budaya kita. Sebagian dari kita beranggapan teknologi adalah barang atau sesuatu yang baru. padahal, kalau kita membaca sejarah, teknologi itu telah berumur sangat panjang dan merupakan suatu gejala kontemporer. Setiap zaman memiliki teknologinya sendiri.
Perkembangan teknologi berlangsung secara evolutif. Sejak zaman Romawi Kuno pemikiran dan hasil kebudayaan telah nampak berorientasi ke bidang teknologi. Secara etimologis, akar kata teknologi adalah "techne" yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek, atau kecakapan tertentu, atau pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode dan seni. Istilah teknologi sendiri untuk pertama kali dipakai oleh Philips pada tahun 1706 dalam sebuah buku berjudul Teknologi: Diskripsi Tentang Seni-Seni, Khususnya Mesin(Technology: A Description Of The Arts, Especially The Mechanical).
Sumber : Id.Wikipedia.org

2.4       Informasi
                        informasi adalah data yang merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat terentu, kesatuan nyata (fact and entity) berupa objek nyata seperti tempat, benda, dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.
2.5       Pembangunan
Pembangunan berasal dari kata ‘bangun’ yang diberi awalan pem- dan akhiran –an. Kata bangun memiliki makna empat hal, yaitu :
  1. Bangun dalam arti sadar atau siuman seperti dalam bait lagu Indonesia Raya : “ bangunlah jiwanya, bangunlah badanya…”
  2. Banggun dalam arti bangkit atau berdiri.
  3. Bangun dalam arti bentk, dahulu ilmu ukur sering disebut ilmu bangun misalnya : “bangunnya persegi panjang “
  4. Bangun dalam arti kata kerja membuat, mendirikan atau membina.
Dlihat dari segi etimologi, konsep pembanguna meliputi anatomic (bentuk), fisiologi(kehidupan), behaviorial(perilaku). (Ndraha, 1987 :1)
Pengertian pembangunan sebagai suatu proses, akan terkait dengan mekanisme system atau kinerja suatu system. Menurut Easton (dalam Miriam Budiarjo, 1985), proses sistematik paling tidak terdiri atas tiga unsure. Pertama, adanya input yaitu bahan masukan konversi : kedua, adanya proses konversi, yaitu wahana unuk  “ mengolah” bahan masukan : ketiga, adanya output, yaitu sebagai hasil dari proses konversi yang dilaksanakan. Proses sistematik dari suatu system akan saling terkait dengan subsistem dan sistem – sistem lainnya termasuki lingkungan internasional. 
Sumber : Id.Wikipedia.org



BAB III
ANALISA DAN PERANCANGAN
3.1       Tahap identifikasi masalah
-          Penelitian ini berusaha untuk memahami elemen-elemen yang diperlukan dalam mengaplikasikan software open source di tengah komunitas etnis Aceh yang para anggota komunitasnya kini lebih memfokuskan diri pada apa dan bagaimana memperoleh kebutuhan sandang, pangan, dan papan untuk hari mendatang.
3.1.1    Perumusan permasalahan
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi partisipatif dalam mengumpulkan data untuk menganalisa fenomena kebudayaan yang terjadi saat para anggota komunitas  mengaplikasikan open source. Pendekatan kualitatif memfokuskan diri lebih pada proses dan makna  bagaimana manusia memberi makna pada proses kehidupannya  serta menuntut peneliti untuk bertindak sebagai instrumen utama penelitian. Berdasarkan pemikiran tersebut saya akan menulis kebutuhan komunitas wilayah yang tekena bencana, yang pernah dianggap sebagai zona tertutup dan rusak, dan membuka jalan pada para anggota komunitasnya untuk memperoleh keuntungan di dalm pemanfaatan open source dan teknologi informasi.
3.1.2    Penetapan tujuan
Langkah ini menentukan tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian. Langkah ini juga meliputi penetapan batasan dan asumsi - asumsi permasalahan. Dengan berusaha untuk berpegang teguh pada tujuan, batasan dan asumsi, maka penelitian tidak akan keluar dari jalur permasalahan.
3.1.3    Studi kepustakaan
Pada langkah ini teori teori yang menunjang dipelajari agar dapat memberikan kerangka berpikir untuk melakukan penelitian meliputi studi literatur tentang penelitian - penelitian yang ada.
3.2       Perancangan dan Pemodelan
Ada beberapa bagian penting dalam melakukan Perancangan Aplikasi software open source ini, yaitu melakukan perancangan dan pembuatan alur system dan UML.
Alur sistem merupakan bagan atau flowchart yang menggambarkan alur atau tahapan tahapan yang membentuk suatu Perancangan Aplikasi open source. Bagian ini juga menampilkan entitas yang berhubungan dengan aplikasi.
UML merupakan proses pengembangan yang di representasi object dalam dunia nyata, untuk mempermudah mengetahui proses/ alur aplikas ini maka di gambarkan di UML.
3.3       Perancangan masukan dan keluaran sistem
Tahap ini dilakukan setelah diketahui informasi informasi apa saja yang akan terlibat dalam sistem. Dalam perancangan antar muka diharapkan memenuhi aspek sebagai berikut:
a.                   Sederhana.
b.                  Mudah dibaca dan dipahami (user friendly).
c.                   Dan lain sebagainya.

3.4       Rancangan Masukan (input program)
Untuk memberikan gambaran awal tentang antar muka aplikasi software open source ini dan menjaga konsistensi dari desain aplikasi, maka perlu dibuat suatu rancangan masukan aplikasi diantaranya sebagai berikut :
3.4.1    Gambar Rancangan Form Induk


Gambar 3.1    Rancangan Form Induk
Pada perancangan Form Induk di atas, akan digunakan untuk melakukan input data pendonor dana untuk galang dana korban bencana alam, dan pendonor bisa membeli tiket sesuai dengan pilihan acara pentas yang dipilihnya, dan hasil dari penjualan tiket akan disumbangkan bagi korban – korban bencana alam, yang membagikan yaitu komunitas – komunitas etnis wilayah tersebut. Maka dari itu adanya peran aplikasi software open software ini bisa mempermudah dan pastinya meringankan beban korban – korban bencana alam.
Ini merupakan karya ku, pada waktu kuliah tepatnya semester 5, mata kuliah Metode Penelitian dan ini merupakan tugas akhir/ project akhir mata kuliah ini.
SEMOGA BERMANFAAT DAN MEMBANTU.......

2 komentar:

GLace TIng mengatakan...

This is nice post. I thank you very much.
Hello, I visit and give your full support ads and please support ads me back. Thank you in advance.

arisaprianto mengatakan...

thanks for your visit my block..thanks alot :-)

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management